Over Clock PC

Posted: July 15, 2009 in 1

 

Mengoverclock

Kata overclock mungkin menjadi bahasa asing
bagi seorang pemula yang tertarik dibidang hardware. Tetapi bagi mereka
yang sudah mahir dibidang hardwawe, kata tersebut merupakan sebuah kata
baku dan digunakan dalam kehidupan sehari hari.

Bahasa overclock disusun dari dua kata yaitu
over dan clock yang artinya melakukan setup mainboard clock bagi processor
maupun sebuah VGA. Kata overclock disamakan dengan membuat computer
lebih cepat.

Entah kapan dimulai para hobbiest melakukan
overclock. Diperkirakan overclock sudah dimulai pada tahun 1985. Kalau
tidak salah, computer pertama yang dijual yaitu jenis PC XT dengan processor
tipe Intel (8088) dan dibuat lebih cepat bekerja dengan procesor dari
NEC V20. Maklum kecepatan pada computer PC XT dahulu luar biasa lambatnya.
Jangankan kata sistem Linux atau Windows. Yang kita kenal saat itu hanyalah
PC-DOS IBM sebagai sistem operasi sebuah computer. Sedangkan DOS hanya
berbentuk disket sudah dapat dijadikan storage pada computer termasuk
sistem operasi. Pada tahun itu tidak banyak orang mengenal tentang harddisk
ataupun memory seperti jenis. Hardware masih sangat mahal dan sederhana.
Bahkan tidak pernah terdengar kata Giga seperti sekarang ini. Memory
masih dalam hitungan Kilo Byte, harddisk pertama berukuran sangat besar
dengan daya tampung beberapa puluh MB

Overclock mulai dilakukan ketika processor
486 DX dan Pentium Klasik pertama. Tetapi memacu processor hanya dapat
dilakukan dengan jumper pada mainboard. Misalnya Pentium 166Mhz dijumper
menjadi kecepatan 200Mhz atau lebih, sedikit sekali perbedaan antara
166Mhz dan 200Mhz. Tetapi cukup lumayan untuk kecepatan di era Pentium
tersebut.

Ramainya overclocker dimulai pada 1997 ketika
Intel mengeluarkan processor jenis Celeron berkecepatan 300Mhz dengan
jenis slot 1 dan ramai ramai dipacu menjadi 450Mhz. Saat itulah muncul
para overclocker yang mulai memacu processor sampai batas terakhir.

Perusahaan Taiwan saat itu sudah menguasai
dibidang hardware membuat mainboard dengan option yang dapat disetup
oleh pemakai. Munculnya Abit dengan mainboard untuk setup via BIOS dan
mainboard jumperless. Abit pertama mengumumkan mainboard dengan jumper
minimal (jumperless) dan pemakai dapat melakukan setup pada BIOS untuk
kecepatan processor. Sistem Jumperless membuat overclocker tidak perlu
repot mencabut pasang jumper untuk memindahkan kecepatan processor.
Melainkan disetup seperti teknologi sekarang ini melalui layar computer
atau setup BIOS

Apakah sebenarnnya tujuan overclock

Tujuan utama melakukan overclock adalah memacu
sebuah processor VGA dan CPU agar lebih cepat bekerja. Kata lain, kecepatan
standard dirubah menjadi kecepatan diatas standard.

Tetapi saat ini dengan teknologi yang ada,
memungkinkan seseorang memiliki kemudahan membuat computer dengan sistem
overclock. Misalnya seseorang ingin memacu computer lebih cepat bekerja
dengan processor yang lebih murah untuk menyamai computer yang memiliki
processor lebih cepat dan mahal. Misalnya mengunakan processor seharga
1 juta akan memiliki kecepatan processor seharga 2 juta.

Ada juga tujuan khusus yang menjadi trend
setelah pada tahun 2000 misalnya untuk aplikasi game. Dengan melakukan
overclock , sebuah computer akan lebih cepat dan lebih nyaman dinikmati
karena lebih cepat. Dengan overclock semua perangkat akan meningkat
walaupun terkadang tidak murah

Fungsi dari overclock sekarang ini adalah
tujuan paling umum bagi pengemar PC. Karena tersedianya perangkat tambahan
semuanya telah tersedia, serta dukungan oleh perusahaan mainboard untuk
memasukan sistem overclock pada BIOS. Dibandingkan tahun 2000, ketika
itu belum banyak perangkat khusus untuk overclock. Dan terbatasnya perangkat
seperti memory, mainboard dan heatsink yang tidak selengkap saat ini

Bagaimana melakukan overclock.

Melakukan overclock sebenarnya melakukan setup
kecepatan clock speed dari sebuah processor. Apakah bentuknya sebagai
processor , atau sebuah VPU ( VGA), ataupun clock speed dari chip-set
mainboard.

Intinya, overclock adalah meningkatkan kecepatan
clock speed. Misalnya VGA dengan kecepatan core 400Mhz dicoba ditingkatkan
menjadi 450Mhz untuk mendapatkan tampilan gambar lebih baik. Procesor
dari bus 200Mhz ditingkatkan menjadi 250Mhz agar kinerja proses rendering
gambar dan aplikasi game lebih nyaman. Atau meningkatkan core chip-set
untuk mendapatkan bandwidth lebih besar dari produk aslinya.

Contoh saja bila processor dengan kecepatan
1.6Ghz dengan bus 100Mhz, artinya processor bekerja pada kecepatan 16X100Mhz
akan menghasilkan kecepatan processor 1600Mhz atau 1.6GHz. Dengan merubah
bus FSB pada option BIOS misalnya dari 100Mhz menjadi 133Mhz maka computer
akan bekerja dengan kecepatan 2.1GHZ atau 16X133Mhz yang menghasilkan
kecepatan 2.1Ghz atau 2.128Mhz. Apakah sedemikian mudah melakukan overclock.
Betul, hanya dengan cara inilah computer dapat dipacu dan sedemikian
mudahnya seseorang melakukan overclocking.

Berapa mahal dari biaya overclock.

Biaya overclock bisa bervariasi dari tanpa
biaya sampai mampu menghabiskan uang anda. Tergantung apakah keinginan
untuk melakukan kegiatan overclock. Bila anda melakukan overclock sebuah
computer yang tidak terlalu tinggi, misalnya dengan mempercepat laju
processor menjadi 10% atau 20% lebih cepat. Mungkin anda tidak memerlukan
biaya tambahan. Perubahan hanya dilakukan pada BIOS saja.

Contoh anda mengunakan procesor 1.6Ghz, lalu
memacu menjadi 2.1Ghz. Dengan heatsink standard, pada kecepatan tersebut
masih diposisikan aman bagi computer dan dapat dilakukan dengan mudah.

Tetapi bila dilakukan overclock cukup tinggi,
misalnya diatas 25%, umumnya akan muncul kendala yaitu processor menjadi
lebih panas. Karena disain heatsink standard sebagai pendingin processor
dibuat terbatas untuk kecepatan tertentu dengan putaran fan tertentu
juga, membuat keterbatasan heatsink untuk meredam panas. Kendala pada
kasus panas processor dapat diperbaiki dengan menganti heatsink non
standard. Dengan heatsink non standard maka processor terhindar dari
hang atau malfunction karena terlalu panas ketika bekerja. Atau dapat
juga dibantu pada sirkulasi udara didalam untuk memperbaiki sistem pendingin
didalam case computer.

Kenapa panas menjadi momok menakutkan untuk
kegiatan overclock. Dengan peningkatan kecepatan, dampak akan membuat
processor menjadi panas. Secara tidak langsung, semakin tinggi kecepatan
processor bekerja, maka daya power juga semakin besar. Dampaknya selalu
kembali pada panas yang ditimbulkan dari chip procesor

Lalu dimana tingkat kemahalan dari kegiatan
overclock. Bila anda melakukan overclock pada processor saja, tanpa
memperbaiki perangkat lainnya. Hal ini dapat dikatakan murah. Tetapi
bila anda berkeinginan mengoptimalkan seluruh perangkat yang ada, termasuk
memory, mainboard premium, VGA top-end, power supply, pendingin bahkan
case yang khusus di disain untuk overclocking. Disitulah nilai mahal
yang harus diberikan, karena perangkat khusus yang disediakan untuk
overclock memang memiliki kelebihan tersendiri. Dengan perangkat khusus
tersebut, tentu anda mengharapkan performa sebuah computer yang berbeda
dari computer standard. Bahkan sebuah computer dengan tingkat hardware
paling optimal memiliki nilai yang hampir sama seperti membeli sebuah
PC dengan harga 2 buah PC standard

Mungkin ada pertanyaan yang timbul, mengapa
overclock menjadi mahal, jika memungkinkan seseorang membeli processor
lebih cepat. Pertanyaan ini dapat dijawab dengan mudah. Tujuan overclock
bukan saja membuat processor menjadi lebih cepat. Satu alasan yang paling
dominan adalah peningkatkan ketika memacu processor diatas batas normal.
Dengan peningkatan kecepatan processor juga meningkatkan kecepatan bandwidth
baik memory, tranfer data pada chip-set ke procesor serta tampilan pada
VGA juga ikut meningkat.

Dengan melakukan overclock, maka akan hasil
bandwidth tinggi bagi sebuah computer. Bila anda mengunakan processor
berkecepatan 200Mhz dengan memory jenis PC3200, hasilnya akan berbeda
bila processor di-overclock dengan 250Mhz dan menganti jenis kecepatan
memory dengan PC4000 agar dapat mengimbangi kecepatan bus internal dari
procesor dan chip-set.

Kenapa bandwidth diperlukan, anda dapat
membayangkan sebuah jalur lalulintas tol dengan kecepatan maksimum 200KM/perjam.
Artinya setiap kendaraan dapat berlalu lalang maksimum 200KM/jam. Bila
ditingkatkan menjadi 250KM/jam maka kecepatan kendaraan akan lebih cepat
sampai ketujuan. Anggapan bahwa data dari computer harus melewati jalur
seperti jalan tol. Maka setiap data yang digambarkan sebagai kendaraan
akan lebih cepat sampai ketujuan. Dan data juga dapat diproses lebih
cepat karena processor yang dioverclock.

Apa yang perlu diperlukan dipikirkan ketika
melakukan overclock.

Mudah untuk membuat processor agar dapat dioverclock,
tetapi dampaknya cukup luas bagi hardware lain. Bila berbicara pada
computer yang ada saat ini, melakukan overclock akan berdampak bagi
hardware seperti sistem I/O, VGA dan lainnya.

Mengoverclock sebuah processor beberapa MHz
juga akan memacu kinerja bagian lain seperti memory, PCIe, PCI dan AGP
clock. Artinya bila procesor dengan kecepatan bus 100MHz dipacu menjadi
120MHz (20%), maka kecepatan clock hardware lain juga meningkat. Demikian
juga kecepatan memory akan dipacu mengikuti kecepatan processor yaitu
sekitar 20%.

Banyak kesalahan terjadi bagi pemula karena
tidak terlalu memperhitungkan dengan kemampuan hardware yang ada. Contoh
saja memacu processor dengan dengan kecepatan 100Mhz ke 133Mhz dengan
memory PC2100 (DDR200). Optimalnya untuk kecepatan processor 133Mhz
lebih baik mengunakan memory PC2700 (DDR333) atau diatasnya seperti
PC3200 ( DDR400).

Dengan memacu overclock pada processor terdapat
beberapa hal penting

  1. Processor memiliki batas kecepatan tertentu, semakin
    tinggi maka semakin panas dan tidak stabil. Menghadapi panas hanya
    dapat dihadapi dengan sistem pendingin yang baik. Menganti pendingin
    jenis tertentu akan menjaga keberhasilan ketika melakukan overclock.
  2. Semakin tinggi multiplier sebuah processor akan semakin
    tidak stabil. Umumnya mereka yang ingin melakukan overclock mengambil
    inisiatif dengan jalan membeli processor bermultiplier rendah. Dengan
    multiplier rendah, maka kecepatan processor memiliki persentas lebih
    tinggi plus lebih murah. Misalnya anda mengunakan processor 2.4Ghz
    dengan multiplier 12 X 200Mhz akan mudah dipacu menjadi 3Gz dengan
    bus 250Mhz dann terjadi peningkatan 25%. Dibandingkan anda mengunakan
    processor 3GHz dengan bus 200Mhz dan multiplier 15 X 200Mhz yang mengharuskan
    bekerja pada 3.75Ghz dengan bus 250Mhz akan sulit untuk stabil bekerja
  3. Daya power untuk processor. Kita mengenal dengan overvoltage.
    Dengan menambahkan voltage bagi processor akan menjaga kestabilan
    computer. Bila overclock dilakukan pada batas wajar, overvoltage jarang
    dilakukan. Tetapi pada overclock yang cukup extreme, overvoltage umumnya
    menjadi pilihan terakhir yang diambil. Dampaknya kembali kepada point
    pertama yaitu semakin panasnya processor. Mengapa overvoltage dilakukan.
    Semakin cepat processor bekerja, semakin besar daya atau power yang
    dibutuhkan. Dengan menambah supply power bagi processor dengan peningkatan
    voltage atau overvoltage akan memberikan power yang cukup ketika processor
    bekerja diatas kecepatan standard. Untuk meningkatkan daya bagi procesor,
    pada BIOS setup terdapat option Vcore. Angka Vcore inilah yang dimainkan
    agar processor menjadi lebih stabil. Tetapi dampak negatif pada overvoltage
    adalah panas.

 

Dampak pada chip-set dan kestabilan hardware
lain.

Setelah membahas kendala overclock processor,
kita kembali melihat dasar dari bus clock pada sistem computer. Melihat
dari bagian mainboard, terdapat pembagian kecepatan yang sama agar sinkron
bekerja dari tiap tiap hardware.

Melihat pembagian bus tersebut anda dapat
menganalisa. Bila sebuah computer dengan kecepatan processor 100Mhz
pada bus external, lalu dipacu menjadi 120Mhz. Dampaknya perhitungan
clock pada device PCIe, AGP dan ISA bus juga meningkat 20% lebih cepat.
Contoh saja bila sebuah VGA AGP dengan bus 66Mhz, dengan kecepatan chip-set
yang dipacu 20% saja akan memaksa VGA bekerja pada kecepatan 80Mhz.
Artinya akan sulit membuat VGA tetap stabil ketika memainkan game. Atau
anda mengunakan harddisk jenis SATA yang sensitif terhadap perubahan,
ketika melakukan overclock bisa saja menyebabkan kegagalan harddisk
bekerja.

Sebelum perusahaan mainboard membuat option
pengunci PCIe/AGP dan PCI, cara paling mudah adalah mencari titik aman
pada clock internal. Ketika seseorang melakukan overclock, 20% mungkin
malah membuat hardware tidak stabil. Tetapi meningkatkan kecepatan pada
overclock 30% malah hardware berjalan normal. Titik 30% adalah titik
aman yang diambil para overclock. Perhitungan titik aman tersebut berbeda
beda baik pada jenis procesor yang ada.

Kendala pada peningkatan kecepatan bagi
chip-set dengan overclock, saat ini bukanlah sebuah masalah. Beberapa
perusahaan mainboard telah mendisain agar computer bekerja lebih stabil
dengan penambahan option baru untuk pengunci dari clock hardware. Option
ini berfungsi sebagai pengunci agar clock dari hardware lain tidak ikut
naik mengikuti kecepatan clock processor. Ketika processor bekerja pada
kecepatan non standard, maka ketiga bagian tersebut akan tetap sama
bekerja seperti kecepatan standard.

Persiapan dan tahapan overclock

Overclock adalah kegiatan trial and error
atau coba coba. . Tahap paling awal adalah anda harus mengetahui dimana
tempat untuk melakukan reset BIOS bila computer terkunci ketika dilakukan
overcloking. Bila BIOS tidak dapat melakukan boot secara normal, maka
pengembalian agar mainboard dapat berkerja kembali dengan melakukan
reset pada BIOS

Hal lain adalah kesabaran. Coba melakukan
peningkatan kecepatan processor secara tahap demi tahap. Melakukan peningkatan
secara berlebihan hanya akan mengacaukan analisa anda. Melakukan overclock
dengan perlahan akan lebih mudah berhasil, dan menganalisa sesaat apakah
computer sudah dapat bekerja dengan baik. Dan coba nikmati beberapa
aplikasi apakah semua sudah berjalan normal sebelum meningkatkan kecepatan
processor lebih tinggi lagi.

Bila terjadi kegagalan misalkan computer mengalami
hang, blue screen atau gagal menjalankan aplikasi tertentu. Kembalilah
menganalisa dimana letak bagian hardware yang gagal bekerja. Penyebab
kegagalan terkadang sulit terditeksi, tetapi ada beberapa bagian paling
umum dari hardware yang menyebabkan computer gagal bekerja ketika dilakukan
overclock.

Beberapa bagian yang sering menyebabkan kegagalan
karena overclock :

  1. Memory umumnya paling dominan. Ketika overclock terjadi,
    bagian memory harus mengimbangi kecepatan processor. Mengatasinya,
    mengunakan memory khusus untuk overclock, atau mengunakan memory diatas
    spesifikasi standard. Atau mencoba menurunkan latency memory agar
    tidak terlalu cepat bekerja.
  2. Panas yang berlebihan terjadi pada processor bila mengunakan
    heatsink standard. Beberapa mainboard dan processor memiliki sistem
    proteksi bila batas panas dari processor terlewati
  3. Kekurangan daya pada processor karena mainboard atau
    power supply yang tidak memadai. Kejadian yang muncul adalah computer
    yang sedang bekerja mendadak mati dengan sendirinya atau melakukan
    restart atau bahkan hang.
  4. Kemampuan mainboard yang tidak menunjang, atau tidak
    di disain untuk overclocking
  5. Kemampuan perangkat hardware lain tidak mampu bekerja
    pada kecepatan overclock

Bagian yang paling penting pada overclock adalah
memory dan power supply

Beberapa tahun lalu anda pasti pernah mengenal
memory jenis SDRAM dengan kecepatan PC100, PC133 dan PC150. Saat ini
perkembangan kecepatan memory DDR dibagi dengan PC2100, PC2600 dan PC3200.
Dan jenis DDR2 juga dibagi lagi menjadi PC4300, PC5400 dan selanjutnya.
Dan terakhir teknologi dual channel agar memory memberikan bandwidth
lebih besar dengan 2 buah modul memory yang harus dipasang bersama sama.

Kita ambil contoh Pentium III dengan kecepatan
500Mhz bus 100Mhz. Untuk mengoverclock menjadi 667Mhz maka computer
harus dilakukan setup dengan bus 133Mhz. Dan memory dari standard PC66/PC100
harus diganti dengan PC133 dan PC150

Bila anda mengunakan jenis Pentium 4 1.6Ghz
dengan memory DDR dan bus 100Mhz maka computer cukup mengunakan PC2100.
Tetapi dengan kecepatan overclock dari 100Mhz menjadi 133Mhz maka computer
idealnya mengunakan memory berkecepatan PC2700/DDR333.

Pilihan dari kecepatan memory sebenarnya bukan
masalah ketika mengoverclock processor. Hanya untuk mengoptimalkan kinerja
computer, diperlukan sebuah kemampuan memory juga. Bila tujuan overclock
untuk memaksimalkan seluruh kinerja sebuah computer maka kecepatan memory
menjadi adalah hal yang mutlak .

Sebagai contoh, mengunakan processor berkecepatan
200Mhz dengan dual channel memory untuk optimalnya memiliki kinerja
pada memory dengan DDR memory berkecepatan DDR PC3200. Apakah memory
berkecepatan PC2700 atau PC2100 tidak dapat digunakan. Jawabannya :
tetap dapat digunakan. Beberapa mainboard saat ini sudah memasukan option
multiplier atau pembagian bagi kecepatan memory dengan processor. Dengan
menurunkan kecepatan multiplier memory maka computer dapat mengunakan
kecepatan memory lebih rendah

Dampak menurunkan multiplier memory tentu
bertentangan dengan tujuan overclock. Disatu sisi kecepatan processor
meningkat, disisi lain yaitu kecepatan memory menjadi menurun. Apakah
yang terjadi jika kecepatan memory diturunkan. Tentu bagian memory hanya
menghasilkan bandwidth lebih rendah atau memiliki kecepatan tranfer
lebih rendah karena rendahnya clock yang dikurangi. Pada sisi processor
atau CPU sedang bekerja cepat, disisi memory malahan terjadi kelambatan
pada tranfer data antara processor ke memory. Hasilnya tentu menjadikan
performa computer sedikit lebih rendah

Pemakaian multiplier memory hanya berguna
bila memory tidak sanggup bekerja terlalu tinggi ketika processor dilakukan
overclock. Sebagai contoh anda mengunakan jenis DDR PC3200 jenis standard
yang ada dipasaran. Dengan peningkatan kinerja processor dengan overclock,
umumnya terjadi kegagalan pada memory. Karena memory tidak mampu bekerja
diluar batas kecepatan standard. Pilihannya adalah menurunkan kecepatan
multiplier 1 step dari kecepatan yang ada.

Sebagai contoh pada gambar dibawah ini. Dengan
kecepatan processor berFSB 200Mhz maka kecepatan memory standard akan
dipacu pada 200Mhz X 2 = DDR400 atau sama dengan kecepatan PC3200. Melakukan
overclock processor 10% saja dari kecepatan standard processor maka
dibutuhkan kecepatan memory pada kecepatan DDR440. Bila memory tidak
mampu bekerja pada kecepatan DDR440, pilihannya dengan menurunkan kecepatan
multiplier 1 step dibawahnya. Sehingga memory akan bekerja pada kecepatan
365Mhz atau hampir sama seperti kecepatan PC2700. Karena memory memiliki
kecepatan DDR400, dengan kecepatan 365Mhz masih dapat diterima atau
dibawah kecepatan standard memory.

Keinginan yang umumnya hendak dicapai oleh
para gamer

Keinginan seseorang memiliki computer lebih
cepat tidak lepas dari hardware pendukung yang ada. Saat ini sudah banyak
memory jenis premium dipasarkan. Pilihan mengunakan memory jenis Premium
memang tidak mudah. Selain lebih mahal, memory dengan performa lebih
tinggi dibandingkan memory standard memiliki keistimewaan tersendiri.

Kami sempat menanyakan pada sebuah produsen
memory terbesar saat ini. Mengapa dibuat memory jenis premium (untuk
overclock) dan standard. Jawaban dari mereka sederhana.

Chip memory dibuat dengan beberapa model :

Pertama adalah memory standard yang banyak
dijual dipasaran. Memory standard ditujukan pada end user. Umumnya chip
memory standard dijual lebih murah dan dirakit kembali menjadi memory
module. Atau sudah dirakit menjadi memory module dan dijual ke perusahan
computer untuk digunakan pada computer branded. Jenis memory standard
diproduksi masal dalam jumlah banyak sehingga biaya produksi lebih murah.

Jenis kedua adalah memory yang dijual khusus.
Biasanya memory yang dijual khusus diperuntukan bagi perusahaan memory
ternama. Perusahaan dengan merek memory tertentu memproduksi module
memory dan diberikan label merek dari perusahaan pembuat module memory.
Umumnya memory dengan merek tertentu sudah memiliki jaminan terhadap
kompatibel diberbagai hardware. Jadi yang ditekankan adalah kompatible
pada hardware yang ada dipasaran

Ketiga adalah memory berdasarkan pesanan untuk
jenis Premium. Perusahaan pembuat memory hanya membuat memory jenis
Premium yang dipesanan dari perusahaan OEM/merek perusahaan memory tertentu
dalam jumlah besar. Karena dibuat berdasarkan pesanan, walaupun memilik
jumlah besar tetapi tetap mahal karena memiliki kualitas. Memory Premium
memang dibuat dengan biaya ebih mahal. Selain memiliki daya tahan lebih
tinggi, kemampuan memory Premium tidak akan pernah didapat pada memory
standard dan hampir tidak pernah dijual langsung oleh pembuat memory
itu sendiri. Kriteria dari memory Premium memang lepas dari kebutuhan
memory standard. Biasanya dipasarkan dengan tingkat latency rendah,
atau memiliki kemampuan bekerja pada clock tinggi. Khusus bagi para
gamer, lebih memilih memory jenis premium. Jenis memory premium umumnya
memiliki ketahanan lebih tinggi.

Manfaat ganda juga didapat dengan memory premium.
Saat ini ada 2 pilihan antara memory premium ber-latency rendah dengan
ketahanan clock standard dan memory premium yang mampu bertahan pada
kecepatan clock tinggi tetapi berlatency tinggi.

Untuk mengunakan memory dengan kemampuan clock
tinggi, lebih ideal digunakan pada overclock. Tetapi memiliki kelemahan
dengan latency tinggi misalnya dinamai dengan PC4400 berlatency 2.5-3-3-6,
sehingga computer terlihat kurang responsif. Tetapi pada memory yang
memang lebih mampu bertahan pada clock tinggi dan mampu menerima voltage
diatas standard (kami sebut VDIMM). Pilihan ini memang harus diambil,
karena hanya jenis memory khusus inilah yang mampu mengimbangi kebutuhan
tranfer data antara memory dengan processor.

Kebalikannya adalah memory premium ber-latency
rendah. Memory jenis ini memiliki fungsi ganda. Bila menginginkan sebuah
computer dengan overclok tidak terlalu tinggi disarankan tetap mengunakan
memory ber-latency rendah misalnya 2-2-2-6. Computer terlihat lebih
responsif, karena memory begitu cepat bekerja dibandingkan memory dengan
clock tinggi dan memiliki latency tinggi. Disamping efek respon yang
baik pada memory ber-latency rendah, pemakaian overclock masih dimungkinkan
asalkan tidak melebihi batas dari kemampuan maksimum memory. Dengan
memainkan latency lebih tinggi pada memory ber-latency rendah, masih
memungkinkan memory bekerja pada clock yang lebih besar. Misalnya PC3200
dengan latency 2-2-2-5 pada kecepatan 200Mhz, masih mampu bekerja pada
250Mhz dengan latency 3-3-3-6. Pilihannya terletak pada sipemakai, apakah
membutuhkan ketahanan memory pada tingkat clock tinggi atau ingin mempertahankan
kemampuan memory agar lebih responsif bekerja.

Memilih kecepatan memory yang mana, latency
atau speed memory

Ada 2 cara memilih memory untuk overclock.
Tetapi sebelum memulai memilih kita melihat dulu memory standard yang
dijual dipasaran

Memory standard dari berbagai merek tetapi
bukan kelas premium, umumnya bisa saja digunakan untuk overclock. Tetapi
untuk optimal kinerja computer ketika dioverclock, jangan pernah mengunakan
memory kelas standard. Jawabannya, karena kecepatan memory standard
adalah standard. Bila processor dipacu sedikit lebih tinggi, kondisi
memory akan tidak stabil. Bahkan hanya meningkatkan kinerja processor
10Mhz saja akan sulit. Kecuali anda memang tidak mengoptimalkan kinerja
hardware yang ada. Pilihan memory standard dapat dilakukan

Pilihan paling penting pada kelas memory premium.
Sebagai contoh, anda mungkin pernah melihat memory DDR dengan tulisan
PC3200 dan non standard seperti PC3500, PC4000 dan seterusnya. Lalu
dimana perbedaan memory premium tersebut, mengapa begitu banyak pilihan
yang ada. Kembali kebutuhan anda, bila melakukan overclock anda sebaiknya
mengunakan memory non standard. Untuk standard JEDEC pada DDR1 adalah
PC2100, PC2700 dan PC3200. Diluar itu adalah memory non standard. Untuk
kelas premium memory PC3200 umumnya memiliki tingkat latency rendah.
Semakin rendah semakin mahal. Mengapa dibutuhkan memory dengan latency
rendah dan apa manfaat dari latency rendah. Karena timing lebih rendah,
maka respon memory dalam mentranfer data juga lebih cepat. Akibatnya
memory jenis ini sangat nyaman digunakan, misalnya Windows menjadi lebih
responsif dan cepat.

Posisi memory non standard kelas premium seperti
PC3500 dan diatasnya, umumnya memiliki latency lebih besar dibandingkan
memory berkecepatan standard PC3200 premium. Mengapa memory non standard
lebih umumnya memiliki latency lebih tinggi. Karena dengan melakukan
overclock, kecepatan memory dengan latency tinggi lebih stabil. Sedangkan
memory standard PC3200 kelas premium akan lebih sensitif walaupun kita
sudah melakukan setup pada BIOS untuk memory dan menurunkan seperti
memory berlatency tinggi.

Untuk mudahnya, kita dapat menghitung berapa
besar overclock yang akan dilakukan dan memilih memory yang kita inginkan.
Sebagai contoh anda mengunakan procesor dengan internal bus berkecepatan
200Mhz, maka pilihan adalah DDR400 atau PC3200. Bila anda mengunakan
memory untuk overclock diatas 250MHz, sebaiknya mengunakan memory kelas
PC4000 atau lebih tinggi. Karena kecepatan 250MHz mengharuskan kinerja
memory pada kecepatan 500MHz atau hampir setara dengan PC4000.

Kenyamanan overclock dengan power supply bermutu
(kelas premium)

Terakhir adalah kemampuan dari power supply.
Power supply premium memiliki tingkat efisiensi tinggi serta proteksi
baik sebagai fungsinya sebagai power supply maupun keamanan bagi perangkat
computer.

Power supply premium memiliki beberapa fitur
seperti overvoltage, overload, short protection dan sebagainya. Sistem
proteksi pada output voltage sangat penting. Ketika power supply mengalami
kelebihan beban, umumnya voltage output akan meningkat. Pada posisi
membahayakan, maka power supply akan mematikan dirinya agar menjaga
perangkat yang ada tidak mengalami overvoltage.

Sistem proteksi ini dibutuhkan bagi para overclock
agar harta didalam computer aman. Bila anda pernah menemukan sebuah
mainboard dan procesor terbakar karena power supply terus saja memberikan
supply daya ke computer. Itu adalah salah satu dampak dari kelemahan
sistem power yang digunakan.

Hal tersebut mungkin jarang terjadi pada pemakaian
power supply kelas premium. Tentunya akan konyol bila seseorang mengunakan
power supply standard seharga 300 ribu, tetapi dipasangkan pada seperangkat
hardware yang harganya diatas 10 juta rupiah.

Tetapi bagian terpenting adalah tingkat power
efisiensi dari power supply. Pada power supply dikenal dengan power
efficiency / efisiensi power (power factor) sebagai perbandingan input
dan output. Input adalah daya yang dibutuhkan oleh power supply dari
sumber listrik, sedangkan output adalah daya DC yang dikeluarkan oleh
power supply dari beban sebuah computer.

Apakah arti dari power effisien itu. power
effisien adalah perbandingan antara pemakaian input dengan hasil output
yang dihasilkan. Bila sebuah power supply memiliki power ratio 50%,
artinya 50% power output dihasilkan dari 100% input. Sebagai contoh,
sebuah power supply dengan daya 300W dengan ratio 50% maka maksimum
output yang dihasilkan adalah 150W.

Saat ini sudah banyak produsen power supply
jenis premium. Power supply jenis premium umumnya memiliki tingkat power
effisien sampai 65-85%. Artinya daya yang dikeluarkan lebih efisien
dibandingkan sebuah power supply standard. Dengan label 400W dan power
efisien 75%, artinya output power yang dapat diberikan ke perangkat
hardware mencapai tingkat maksimal 300W DC dengan kebutuhan daya listrik
400W AC. Dengan melakukan overcloking baik VGA maupun Processor, kebutuhan
daya akan meningkat. Ada baiknya anda melihat kembali berapa kemampuan
power supply terhadap beban hardware. Menyediakan power supply standard
dan tingkat power effisien rendah hanya akan memboroskan daya listrik
dan mengacaukan analisa anda ketika melakukan overclock

Dengan artikel diatas,
diharapkan pembaca sudah mengenal lebih jauh tentang hardware khususnya
untuk pemakaian overclocking. Diharapkan juga anda tidak menganggap
bahwa overclock adalah sebuah kegiatan gila yang beresiko. Siapapun
dapat membuat sebuah computer lebih cepat dari standard. Overclock bukanlah
kegiatan untuk merusak hardware, tetapi hanya meningkatkan performa
computer agar bekerja lebih baik.

Overclock tidak hanya bertujuan untuk membeli
processor murah untuk menghasilkan kecepatan yang sama dengan processor
yang lebih cepat dan mahal. Tetapi memaksimalkan perangkat seluruh harware
yang ada, untuk bekerja semaksimal mungkin. Dampaknya, sebuah computer
impian anda yang lebih nyaman, lebih cepat, dan lebih responsif agar
dapat dinikmati

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s