Penentuan Skoring Kuisioner

Posted: April 20, 2015 in Uncategorized

      Kuesioner merupakan instrumen atau alat yang digunakan untuk melakukan pengumpulan data baik untuk keperluan penelitian atau pun suatu survey. Kuesioner berisikan berbagai pertanyaan yang diajukan kepada responden pengumpulan data atau sampel dalam suatu proses penelitian atau survei. Jumlah pertanyaan yang dimuat dalam kuesioner penelitian cukup banyak sehingga diperlukan skoring untuk memudahkan dalam proses penilaian dan akan membantu dalam proses analisis data yang telah ditemukan. Pemberian skoring dalam kuesioner harus memenuhi ketentuan dalam penentuan skoring.

Penentuan skoring ilmiah secara umum berpedoman pada aturan Likert dan Gutman. Kedua metode ini memenuhi kaidah ilmiah dalam penentuan dan penilaian skoring suatu instrumen penelitian. Perbedaan mendasar dari kedua metode skoring ini adalah nilai yang diberikan pada instrumen penelitian dimana pada skala Likert dibatasi nilai minimal 1 (satu) sedangkan pada Gutman dibatasi nilai minimal 0 (Nol). Untuk memahaminya dengan mudah, kami akan berikan contoh sederhana dalam bentuk kuesioner penelitian.

Pilihan jawaban adalah B (Benar) dan S (Salah)
Pertanyaan :
1. Pemberian ASI sebaiknya dilakukan segera setelah kelahiran sampai usia 24 bulan
2. ASI Eksklusif sebaiknya diberikan segera setalah kelahiran sampai usia 6 bulan
3. Pemberian makanan pada anak sebaiknya dilakukan sejak anak usia 1 bulan
Panduan penilaian
Berdasarkan kuesioner di atas, panduan penilaian dan pemberian skoring dengan menggunakan pendekatan skala Gutman. Adapun panduan penentuan penilaian dan skoringnya adalah sebagai berikut
– Jumlah pilihan = 2
– Jumlah pertanyaan = 3
– Skoring terendah = 0 (pilihan jawaban yang salah)
– Skoring tertinggi = 1 (pilihan jawaban yang benar)
– Jumlah skor terendah = skoring terendah x jumlah pertanyaan = 0 x 3 = 0 (0%)
– Jumlah skor tertinggi = skoring tertinggi x jumlah pertanyaan = 1 x 3 = 3 (100%)
Penentuan skoring pada kriteria objektif :
Rumus umum
Interval (I) = Range (R) / Kategori (K)
Range (R) = skor tertinggi – skor terendah = 100 – 0 = 100%
Kategori (K) = 2 adalah banyaknya kriteria yang disusun pada kriteria objektif suatu variabel
Kategori yaitu Cukup dan Kurang
Interval (I) = 100 / 2 = 50%
Kriteria penilian = skor tertinggi – interval = 100 – 50 = 50%, sehingga
Cukup = jika skor >= 50%
Rendah = jika skor < 50%
Catatan :
Berapapun banyaknya jumlah pertanyaan jika pertanyaan dengan pilihan 2 jawaban yang sama yaitu Benar (B) dan Salah (S), penentuan kriteria objektifnya akan tetap pada interval 50%. Maksudnya, meskipun dengan jumlah pertanyaan sampai 100 pun dengan jumlah pilihan pertanyaan terdiri dari 2 dengan kategori pada kriteria objektif variabel sebanyak 2 maka batas intervalnya adalah tetap 50%.
Pilihan jawaban pertanyaan kuesioner lebih dari 2 dan minimal 3 contohnya Sering, Kadang2, dan Tidak Pernah
Pertanyaan :
1. Buang sampah di tempat sampah
2. Cuci tangan sebelum makan
3. Cuci tangan setelah makan
4. Cuci tangan pakai air bersih dan sabun
Berdasarkan kuesioner di atas, panduan penilaian dan pemberian skoring dengan menggunakan pendekatan skala Likert. Adapun panduan penentuan penilaian dan skoringnya adalah sebagai berikut
– Jumlah pilihan = 3
– Jumlah pertanyaan = 4
– Skoring terendah = 1 (pilihan jawaban yang salah)
– Skoring tertinggi = 3 (pilihan jawaban yang benar)
– Jumlah skor terendah = skoring terendah x jumlah pertanyaan = 1 x 4 = 4 (4/12 x 100% = 33,3%)
– Jumlah skor tertinggi = skoring tertinggi x jumlah pertanyaan = 3 x 4 = 12 (100%)
Rumus umum
Interval (I) = Range (R) / Kategori (K)
Range (R) = skor tertinggi – skor terendah = 100 – 33,3 = 66,7%
Kategori (K) = 2 adalah banyaknya kriteria yang disusun pada kriteria objektif suatu variabel
Kategori yaitu Cukup dan Kurang
Interval (I) = 66,7 / 2 = 33,3%
Kriteria penilian = skor tertinggi – interval = 100 – 33,3 = 66,7%, sehingga
Cukup = jika skor >= 66,7%
Rendah = jika skor < 66,7%
Catatan :
Berapapun banyaknya jumlah pertanyaan jika pertanyaan dengan pilihan 3 jawaban yang sama yaitu  Sering, Kadang2, dan Tidak Pernah. Penentuan kriteria objektifnya akan tetap pada interval 66,7%. Maksudnya, meskipun dengan jumlah pertanyaan sampai 100 pun dengan jumlah pilihan pertanyaan terdiri dari 3 dengan kategori pada kriteria objektif variabel sebanyak 2 maka batas intervalnya adalah tetap 66,7%.
Cara hitungnya tetap sama dengan menggunakan pengukuran skala Likert. Yang berbeda adalah nilai skor tertingginya yang dikalikan dengan 4 jadi skor tertinggi = 16 (100%), skor terendah = 4 (4/16 x 100% = 25%), Range (R) = 100 – 25 = 75%, Interval (I) = 75/2 = 37,5% sehingga kriteria penilaian = 100 – 37,5% = 62,5% dimana kriteria cukup jika skor >= 62,5% dan kurang < 62,5%. Begitupun seterusnya untuk jumlah pilihan jawaban pertanyaan 5, 6, 7 dst
Jika kategori yang berbeda tentunya akan menghasilkan kriteria penilaian yang berbeda dimana nilai interval akan dibagi berdasarkan banyaknya kategori pada kriteria penilaian atau kriteria objektif pada variabel penelitian. Misalkan, pada contoh skala Gutman, Interval (I) = 66,7% akan dibagi dengan 3 = 22,23 sehingga kriteria penilaian = 100 – 22,23 = 77,77%
Diharapkan dengan panduan ini dapat menjadi masukan bagi pengunjung semua yang masih kesulitan dalam penentuan kriteria objektif variabel penelitian ataupun dalam perumusan dan penentuan skala pengukuran.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s